Miras Tercemar Tewaskan Sedikitnya 31 Orang di India

by -29 Views

Sedikitnya 31 orang tewas dan 20 lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius setelah diduga mengonsumsi minuman keras (miras) tercemar yang dijual tanpa izin di India timur, kata seorang pejabat tinggi, Kamis (15/12).

Kematian terjadi Selasa dan Rabu dan para korban berasal dari tiga desa di distrik Saran di negara bagian Bihar di mana produksi, penjualan, dan konsumsi miras dilarang.

Kematian dilaporkan di sebuah rumah sakit yang dikelola pemerintah kabupaten. Para korban dibawa ke rumah sakit itu oleh keluarga mereka, kata Dr. S.D. Sinha, kepala rumah sakit itu.

Penjualan dan konsumsi miras dilarang di negara bagian Bihar pada tahun 2016 setelah kelompok perempuan berkampanye mempersoalkan para pekerja miskin yang menghabiskan pendapatan mereka yang kecil untuk minum-minum.

Petugas polisi Santosh Kumar mengatakan beberapa dari 20 orang yang dirawat di rumah sakit kehilangan penglihatan mereka.

Beberapa partai oposisi, termasuk Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) , mengadakan protes pada Kamis di luar gedung legislatif negara bagian itu untuk menuntut pencabutan larangan miras dan sejumlah kompensasi uang diberikan kepada keluarga yang berduka.

Sushil Modi, pemimpin BJP di Bihar, mengatakan lebih dari 1.000 orang tewas setelah mengonsumsi miras tercemar sejak larangan diberlakukan enam tahun lalu. BJP merupakan kelompok oposisi di negara bagian itu.

Nitish Kumar, pejabat terpilih negara bagian itu dari partai sosialis Janata Dal, menolak tuntutan mereka dan mengatakan larangan penjualan minuman keras “bukanlah keinginan pribadi saya tetapi tanggapan terhadap tangisan para perempuan di negara bagian itu.”

Kematian akibat minuman beralkohol yang diproduksi secara ilegal biasa terjadi di India, di mana miras ilegal harganya murah dan sering dibubuhi bahan kimia seperti pestisida untuk meningkatkan potensi.

Miras ilegal juga telah menjadi industri yang sangat menguntungkan di di berbagai penjuru India karena produsennya tidak membayar pajak dan menjual produk mereka dalam jumlah besar kepada orang miskin dengan harga murah. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.