Meksiko Berupaya Capai Kesepakatan dengan AS Soal Impor Jagung Hasil Rekayasa Genetika

by -24 Views

Kementerian Luar Negeri Mesiko hari Jumat (16/12) mengatakan Meksiko dan Amerika berupaya mencapai kesepakatan pada bulan Januari nanti atas larangan impor jagung hasil rekayasa genetika yang tertunda. Hal ini disampaikan setelah pejabat kedua negara melangsungkan pembicaraan di Washington DC.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu mengatakan pembicaraan kaan berlanjut sementara kedua belah pihak berupcaya “mencapai saling pengertian” untuk mencapai “kepastian hukum bagi semua pihak.”

Ada keputusan presiden yang kontroversial di Meksiko, yang akan melarang keberadaan jagung hasil rekayasa genetika dan herbisida glifosat pada tahun 2024.

Pejabat-pejabat Amerika telah mengancam akan mengambil tindakan berdasarkan Perjanjian Amerika-Meksiko-Kanada, dengan alasan keputusan itu akan merugikan petani Amerika.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis Jumat sore, Menteri Pertanian Amerika Tom Vilsack dan Perwakilan Dagang Amerika Katherine Tai mengatakan “delegasi Meksiko mempresentasikan beberapa potensi amandemen terhadap keputusan tersebut guna mengatasi keprihatinan kami.” Ditambahkannya, “kami setuju untuk meninjau proposal mereka dengan cermat dan menindaklanjuti pertanyaan atau masalah dalam waktu singkat.”

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan kepada wartawan bahwa kedua belah pihak bertekad mencapai kesepakatan pada akhir Januari 2023.

Meksiko mengimpor sekitar 17 juta metrik ton jagung Amerika per tahun.

Meksiko mengatakan keputusan – yang difokuskan pada jagung untuk konsumsi manusia dan jagung kuning hasil rekayasa genetika untuk pakan ternak – akan diizinkan.

Guadalupe memegang biji jagung di rumahnya di Tepeteopan, negara bagian Puebla, Meksiko, 18 Februari 2020. (Foto: Reuters)

Meskipun demikian pejabat-pejabat Meksiko belum mengumumkan modifikasi formal perjanjian itu.

Regulator kesehatan Meksiko, Cofepris, sejak tahun 2018 belum mengizinkan jenis baru benih jagung hasil rekayasa genetika yang tahan glifosat untuk diimpor.

Biotechnology Innovation Organization, sebuah kelompok industri yang mewakili perusahaan bioteknologi – termasuk Bayer – hari Jumat mengatakan akan mendesak pemerintah Amerika untuk mulai mengambil langkah penegakan hukum atas perlakuan Meksiko terhadap bioteknologi pertanian jika negara itu gagal memenuhi “komitmen berdasarkan perjanjian Amerika-Meksiko-Kanada.” [em/pp]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.